Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suasana Masjidil Haram dan Masid Nabawi Jelang Kedatangan Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 21 April 2026, 13:55 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

MEKKAH MADINAH, KOMPAS.com - Menjelang kedatangan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M dari seluruh dunia, pemandangan di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah tampak berbeda dari biasanya.

Berakhirnya musim umrah memasuki musim haji, membuat area suci ini sejenak lebih lengang.

Sejumlah persiapan tampak dilakukan untuk menyambut kedatangan para tamu Allah.

Baca juga: Kemenhaj-Polri Perkuat Satgas, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah

Suasana di Masjidil Haram

Pantauan Kompas.com di Masjidil Haram, bagian bawah kain penutup atau kiswah telah disingkap setinggi kurang lebih tiga meter dan dibalut dengan kain putih. Hal ini sekaligus menandakan musim haji telah tiba.

Akses menuju tempat-tempat mustajab seperti Multazam, Hijr Ismail, hingga kesempatan mencium Hajar Aswad dan mengusap Rukun Yamani menjadi lebih mudah dijangkau tanpa antrean panjang.

Pelaksanaan salat sunah di belakang Maqam Ibrahim berlangsung tertib. Kondisi yang sama juga terlihat pada lintasan Sai antara Bukit Shafa dan Marwah.

Baca juga: Haji Tidak Selalu Mabrur, Ini Tanda dan Cara Agar Ibadah Diterima

Untuk diketahui, sejak 13 April 2026, Arab Saudi memang menerapkan kebijakan pembatasan akses masuk bagi siapa pun yang tidak mengantongi izin resmi di Mekah.

Penegakan prinsip “Tidak Ada Haji Tanpa Izin” ini menjadi langkah preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan selama rangkaian ibadah haji berlangsung.

Suasana di Masjid Nabawi

Pemandangan yang hampir sama juga tampak di area Masjid Nabawi di Madinah. Pantauan Kompas.com pada Selasa (21/4/2026) jemaah shalat subuh di Masjid Nabawi tidak padat dan berdesakan, seperti saat puncak musim haji dan umrah.

Pada bagian dalam dan pelataran masjid pun masih terdapat sejumlah ruang nyaman dan cukup lega bagi jemaah untuk beribadah.

Kloter pertama segera mendarat di Madinah

Di saat Kota Mekah terus mensterilkan diri dan bersiap, gelombang kedatangan jemaah haji akan segera dimulai dari pintu masuk Kota Madinah.

Kelompok Terbang (kloter) pertama jemaah haji 2026 dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz pada Rabu (22/4/2026).

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah, Budi Agung Nugroho, memastikan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus diawasi secara khusus melalui koordinasi dengan pihak syarikah agar terorganisasi dengan baik.

“Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” kata Budi.

Pemerintah juga telah menyiagakan 682 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara.

Mereka bertugas mengawal kelancaran akomodasi, transportasi, termasuk penanganan khusus koper bagasi agar tiba dengan aman di kamar hotel jemaah.

Nantinya, jemaah akan menetap di Madinah selama delapan hingga sembilan dengan layanan konsumsi maksimal 27 kali makan.

“Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Mekkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” imbuh Budi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Daging Ham, Haram atau Halal? Berikut Penjelasan Komisi Fatwa MUI
Hukum Daging Ham, Haram atau Halal? Berikut Penjelasan Komisi Fatwa MUI
Aktual
Link Download Qur’an Kemenag Add-ins untuk PowerPoint, Permudah Sisipkan Ayat dan Terjemahan ke Presentasi
Link Download Qur’an Kemenag Add-ins untuk PowerPoint, Permudah Sisipkan Ayat dan Terjemahan ke Presentasi
Aktual
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Aktual
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Aktual
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Aktual
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Aktual
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Aktual
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
Aktual
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Aktual
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
Aktual
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
Aktual
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com